Kamis, 12 Januari 2017

PEMANFAATAN MIKROORGANISME DI BIDANG PANGAN BERBASIS BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL

A. MIKROORGANISME
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme dapat menjadi bahan pangan ataupun mengubah bahan pangan menjadi bentuk lain. Proses yang dibantu oleh mikroorganisme misalnya melalui fermentasi, seperti keju, yoghurt, dan berbagai makanan lain termasuk kecap dan tempe. Pada masa mendatang diharapkan peranan mikroorganisme dalam penciptaan makanan baru seperti mikroprotein dan protein sel tunggal. Mengenal sifat dan cara hidup mikroorganisme juga akan sangat bermanfaat dalam perbaikan teknologi pembuatan makanan.
B. JENIS-JENIS MIKROORGANISME YANG DIMANFAATKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUK PANGAN
No.
Bahan Pangan
Mikroorganisme
Golongan
Produk
1SusuLactobacillus bulgaricus
Streptococcus termophillus
Streptococcus lactis
Panicillium requiforti
Propioni bacterium
Lactobacillus casei
Bakteri
Bakteri
Bakteri
Jamur
Bakteri
Bakteri
Yoghurt
Yoghurt
Mentega
Keju
Keju Swiss
Susu asam
2KedelaiRhizopus oligosporus
Rhizopus stoloniferus
Rhizopus oryzae
Aspergillus oryzae
Jamur
Jamur
Jamur
Jamur
Tempe
Tempe
Tempe
Kecap
3Kacang tanahNeurospora sitophylaJamurOncom
4BerasSaccharomyces cereviseae
Endomycopsis fibulegera
Jamur
Jamur
Tape Ketan
5SingkongSaccharomyces elipsoides
Endomycopsis fibulegera
Jamur
Jamur
Tape singkong
6Air kelapaAcetobacter xylinumBakteriNata de coco
7Tepung gandumSaccharomyces elipsoidesJamurRoti
8KubisEnterobacter sp.BakteriAsinan
9Padi-padian atau umbi-umbianSaccharomyces cereviseae
Saccharomyces caelsbergensis
JamurMinuman beralkohol
10MikroorganismeSpirulina
Chlorella
Alga bersel satuProtein sel tunggal












C. BIOTEKNOLOGI
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakterifungivirus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzimalkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada organisme tersebut.

D. BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL/ TRADISIONAL
Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap. Mikroorganisme dapat mengubah bahan pangan.
Proses yang dibantu mikroorganisme, misalnya dengan fermentasi, hasilnya antara lain tempe, tape, kecap, dan sebagainya termasuk keju dan yoghurt. Proses tersebut dianggap sebagai bioteknologi masa lalu. Ciri khas yang tampak pada bioteknologi konvensional, yaitu adanya penggunaan makhluk hidup secara langsung dan belum tahu adanya penggunaan enzim.


E. PEMANFAATAN BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL DI BIDANG PANGAN

1. Pengolahan Produk Susu
Susu dapat diolah dengan bioteknologi sehingga menghasilkan produk-produk baru, seperti yoghurt, keju, dan mentega.
Yoghurt
–       Untuk membuat yoghurt, susu dipasteurisasi terlebih dahulu, selanjutnya sebagian besar lemak dibuang.
–       Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.
–       Kedua bakteri tersebut ditambahkan pada susu dengan jumlah yang seimbang, selanjutnya disimpan selama ± 5 jam pada temperatur 45oC.
–       Selama penyimpanan tersebut pH akan turun menjadi 4,0 sebagai akibat dari kegiatan bakteri asam laktat.
Selanjutnya susu didinginkan dan dapat diberi cita rasa. Yoghurt yang nikmat dan bergizi siap dinikmati.
   
Yoghurt dalam kemasan                                        Yoghurt siap saji

Metabolisme Bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilusMenjadi Yoghurt
Prinsip pembuatan yoghurt adalah fermentasi susu dengan cara penambahan bakteri-bakteri Laktobacillus bulgaris dan Streptoccus thermophillus. Dengan fermentasi ini maka rasa yoghurt akan menjadi asam, karena adanya perubahan laktosa menjadi asam laktat oleh bakteri-bakteri tersebut. Apabila tidak diinginkan rasa yang tidak terlalu asam, tambahkan zat pemanis (gula, sirup) maupun berbagai flavour buatan dari buah-buahan strawberry, nenas, mangga, jambu, dan sebagainya.
Minuman lactobacillus yang banyak dijual di pasaran dan yoghurt ternyata punya perbedaan. Menurut Carmen, dalam proses pembuatannya, minuman lactobacillus hanya menggunakan satu bakteri yaitu Lactobacillus bulgaricus. Sedangkan prinsip pembuatan yoghurt adalah fermentasi susu dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Kedua macam bakteri tersebut akan menguraikan laktosa (gula susu) menjadi asam laktat dan berbagai komponen aroma dan citarasa. Lactobacillus bulgaricus lebih berperan pada pembentukan aroma, sedangkan Streptococcus thermophilus lebih berperan pada pembentukan cita rasa yoghurt.
Proses fermentasi yoghurt berlangsung melalui penguraian protein susu. Sel-sel bakteri menggunakan laktosa dari susu untuk mendapatkan karbon dan energi dan memecah laktosa tersebut menjadi gula sederhana yaitu glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim β-galaktosidase. Proses fermentasi akhirnya akan mengubah glukosa menjadi produk akhir asam laktat.
Laktosa → Glukosa+Galaktosa →Asam piruvat → Asam laktat+CO2+H2O
Adanya asam laktat memberikan rasa asam pada yoghurt. Hasil fermentasi susu ini merubah tekstur susu menjadi kental. Hal ini dikarenakan protein susu terkoagulasi pada suasana asam, sehingga terbentuk gumpalan. Proses ini memakan waktu 1-3 hari yang merupakan waktu tumbuh kedua bakteri, dan bekerja menjadi 2 fasa, kental dan bening encer dan rasanya asam.
Setelah diketemukannya jenis bakteri Lactobacillus yang sifat-sifatnya dapat bermanfaat bagi manusia dan dapat dibuat menjadi yoghurt, maka berkembanglah industri pembuatan yoghurt. Yoghurt ini dibuat dari susu yang difermentasikan dengan menggunakan bakteri Lactobacillus, pada suhu 40 derajat celcius selama 2,5 jam sampai 3,5 jam. Asam laktat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut dapat mengubah susu menjadi yogurt yang melalui proses fermentasi.

Teknologi Tepat Guna yang Digunakan dalam Produksi Yoghurt
                       Proses pembuatan Yoghurt melalui teknik Homogenasi
                                         Skema Proses Pembuatan Yoghurt Hingga Pemasaran
Alat-Alat yang Digunakan dalam Proses Produksi Yoghurt
(panci dan kompor)                                  (pengaduk)
     
         Penuangan susu                                Mixing
Keju
Pada pembuatan keju, kelompok bakteri yang dipergunakan adalah bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat yang bisa digunakan adalah Lactobacillus dan Sterptococcus. Ada 4 macam jenis keju, yaitu :
  1. Keju sangat keras, contoh: keju Romano, keju Permesan.
  2. Keju keras, contoh: keju Cheddar, keju Swiss.
  3. Keju setengah lunak, contoh: keju Requefort (keju biru).
  4. Keju lunak, contoh: keju Camembert.
–       Proses pembuatan keju diawali dengan pemanasan susu dengan suhu 90oC atau dipesteurisasikan melalui pemanasan sebelum kultur bakteri asam laktat dinokulasikan (ditanam), kemudian didinginkan sampai 30oC.
–       Selanjutnya bakteri asam laktat dicampurkan.
–       Akibat dari kegiatan atau aktivitas bakteri tersebut pH menurun dan susu terpisah menjadi cairan whey dan dadih padat, proses ini disebut pendadihan.
–       Kemudian ditambahkan enzim renin dari lambung sapi muda untuk mengumpulkan dadih.
–       Enzim renin dewasa ini telah digantikan dengan enzim buatan, yaitu klimosin.
–   Dadih yang terbentuk selanjutnya dipanaskan pada temperatur 32oC – 42oC dan ditambah garam, kemudian ditekan untuk membuang air dan disimpan agar matang. Adapun whey yang terbentuk diperas lalu digunakan untuk makanan sapi.

Metabolisme Bakteri Asam Laktat
Bakteri asam laktat berfungsi memfermentasikan laktosa dalam susu menjadi asam laktat menurut reaksi berikut :
C12H22O11 + H2O  →  4CH3CHOHCOOH
Laktosa            Air                   Asam laktat
Tahapan metabolisme bakteri asam laktat dalam pembuatan keju adalah:
1. Pengasaman
Susu dipanaskan agar bakteri asam laktat, yaitu Streptococcus and Lactobacillus dapat tumbuh. Bakteri-bakteri ini memakan laktosa pada susu dan merubahnya menjadi asam laktat. Saat tingkat keasaman meningkat, zat-zat padat dalam susu (protein kasein, lemak, beberapa vitamin dan mineral) menggumpal dan membentuk dadih.
2. Pengentalan
Bakteri rennet ditambahkan ke dalam susu yang dipanaskan yang membuat protein menggumpal dan membagi susu menjadi bagian cair (air dadih) dan padat (dadih). Setelah dipisahkan, air dadih kadang dipakai untuk membuat keju seperti Ricotta dan Cypriot hallumi namun biasanya air dadih tersebut dibuang. Rennet mengubah gula dalam susu menjadi asam dan protein yang ada menjadi dadih. Jumlah bakteri yang dimasukkan dan suhunya sangatlah penting bagi tingkat kepadatan keju. Proses ini memakan waktu antara 10 menit hingga 2 jam, tergantung kepada banyaknya susu dan juga suhu dari susu tersebut.
3. Pengolahan dadih
Beberapa keju lunak dipindahkan dengan hati-hati ke dalam cetakan. Sebaliknya pada keju-keju lainnya, dadih diiris dan dicincang menggunakan tangan atau dengan bantuan mesin supaya mengeluarkan lebih banyak air dadih. Semakin kecil potongan dadih maka keju yang dihasilkan semakin padat.

Teknologi Tepat Guna yang Digunakan dalam Produksi Keju
a.      Proses Produksi Keju Cheddar

b.      Produksi Keju Mozarella

Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Pembuatan Keju
Keterangan :
1. Susu (dalam gelas takar)
2. Termometer
3. Sendok takar
4. Gelas-gelas
5. Kultur Lactobaccilus bulgaricus
6. Lipase
7. Rennet
8. pH paper


Mentega
–       Pembuatan mentega menggunakan mikroorganisme Streptococcus lactis dan Lectonosto ceremoris.
–       Bakteri-bakteri tersebut membentuk proses pengasaman.
–       Selanjutnya, susu diberi cita rasa tertentu dan lemak mentega dipisahkan.
–       Kemudian lemak mentega diaduk untuk menghasilkan mentega yang siap dimakan.

Teknologi Tepat Guna yang Digunakan dalam Pembuatan Mentega
            Dalam membuat mentega, alat yang dibutuhkan:
  • Mixer
  • Saringan
  • Mangkuk / Baskom
  • Spatula
Keterangan penggunaan alat:
  1. Masukkan bahan (heavy cream) ke dalam mixer dan aduk dengan menggunakan adukan jenis balloon whisk.
  2. Tutup permukaan bowl mixer supaya heavy cream tidak mengotori dapur kita saat dikocok.
  3. Kocok dengan kecepatan sedang selama 5 – 7 menit bila menggunakan mixer jenis heavy duty.
  4. Hentikan mixer pada saat mentega sudah terpisah dari cairan cream.
  5. Keluarkan kocokan butter dari dalam bowl mixer, kemudian saring menggunakan saringanyang bersih.
  6. Beri mentega dengan sedikit air yang bertujuan untuk benar-benar membersihkan mentega dari campuran cairan sisa heavy cream.
  7. Aduk mentega dengan menggunakan spatula supaya halus dan tidak bergerindil. Aduk selama 2 menit.
  8. Bila ingin membuat jenis mentega yang asin, bisa menambahkan garam saat proses mengaduk ini berlangsung. Bila sudah halus, simpan mentega dalam wadah tertutup dan siap digunakan.


2. Produk Makanan Non – Susu
Kecap
–       Dalam pembuatan kecap, jamur, Aspergillus wentii dibiakkan pada kulit gandum terlebih dahulu.
–      Jamur Aspergillus wentii bersama-sama dengan bakteri asam laktat yang tumbuh pada kedelai yang telah dimasak menghancurkan campuran gandum.
–       Setelah proses fermentasi karbohidrat berlangsung cukup lama akhirnya akan dihasilkan produk kecap.
 Kecap
Teknologi Tepat Guna yang Digunakan dalam Produksi Kecap
Skema proses pembuatan kecap

Pembuatan kecap dengan cara fermentasi di Indonesia, secara singkat adalah sebagai berikut :
  • Kedelai dibersihkan dan direndam dalam air pada suhu kamar selama 12 jam, kemudian direbus selama 4-5 jam sampai lunak.
  • Setelah direbus, kedelai ditiriskan dan didinginkan di atas tampah.
  • Tampah tersebut ditutup dengan lembaran karung goni, karung terigu, atau lembaran plastik. Karena terus berulang kali dipakai, bahan yang digunakan sebagai penutup ini biasanya mengandung spora, sehingga berfungsi sebagai inokulum.
  • Spora kapang Aspergillus wentii akan bergerminasi dan tumbuh pada substrat kedelai dalam waktu 3 sampai 12 hari pada suhu kamar.
  • Kapang dan miselium yang terbentuk akibat fermentasi inilah yang dinamakan koji.
  • Selanjutnya, koji diremas-remas, dijemur, dan kulitnya dibuang.
  • Koji dimasukkan ke dalam wadah dari tanah, tong kayu, atau tong plastik yang berisi larutan garam 20-30 persen.
  • Campuran antara kedelai yang telah mengalami fermentasi kapang (koji) dengan larutan garam inilah yang dinamakan moromi.
  • Fermentasi moromi dilanjutkan selama 14-120 hari pada suhu kamar.
  • Setelah itu, cairan moromi dimasak dan kemudian disaring.
Skema proses produksi kecap
–       Untuk membuat kecap manis, ke dalam filtrat ditambahkan gula merah dan bumbu-bumbu lainnya, diaduk sampai rata dan dimasak selama 4-5 jam.
–       Untuk membuat kecap asin, sedikit gula merah ditambahkan ke dalam filtrat, diaduk, dan dimasak selama 1 jam.
–       Kecap yang telah masak, selanjutnya disaring dengan alat separator untuk memisahkan kecap dari berbagai kotoran, kemudian didinginkan.
–       Langkah akhir pembuatan kecap adalah memasukkannya ke dalam botol gelas, botol plastik, atau botol pet.
–       Secara tradisional, kecap dibuat dengan proses fermentasi, yaitu menggunakan jasa mikroorganisme kapang, khamir, dan bakteri untuk mengubah senyawa makromolekul kompleks yang ada dalam kedelai (seperti protein, lemak, dan karbohidrat) menjadi senyawa yang lebih sederhana, seperti peptida, asam amino, asam lemak dan monosakarida.
–       Adanya proses fermentasi tersebut menjadikan zat-zat gizi dalam kecap menjadi lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan oleh tubuh.


Tempe                                                            
–       Jenis tempe sebenarnya sangat beragam, bergantung pada bahan dasarnya, namun yang paling luas penyebarannya adalah tempe kedelai.
–       Untuk membuat tempe, selain diperlukan bahan dasar kedelai juga diperlukan ragi.
–       Ragi merupakan kumpulan spora mikroorganisme, dalam hal ini kapang.
–       Dalam proses pembuatan tempe paling sedikit diperlukan empat jenis kapang dari genusRhizopus, antara lain :
a.         Rhyzopus oligosporus
b.         Rhyzopus stolonifer
c.         Rhyzopus arrhizus
d.         Rhyzopus oryzae
–       Miselium dari kapang tersebut akan mengikat keping-keping biji kedelai dan memfermentasikannya menjadi produk tempe.
–       Proses fermentasi tersebut menyebabkan terjadinya perubahan kimia pada protein, lemak, dan karbohidrat.
–       Perubahan tersebut meningkatkan kadar protein tempe sampai 9x lipat.
    
Perebusan kedelai                                      Tempe yang sudah jadi


Teknologi Tepat Guna yang Digunakan dalam Produksi Tempe
                                                                  Proses Produksi Tempe


Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Pembuatan Tempe
Alat :                                                                          Bahan :1. Panci                                                                      1. Kedelai
2. Kompor                                                                  2. Ragi
3. Saringan                                                                 3. Air
4. Plastik untuk mengemas
    








Roti
–     Pada pembuatan roti, biji-bijian serelia dipecah dahulu untuk membuat tepung terigu. Selanjutnya oleh enzim amilase tepung dirubah menjadi glukosa.
–       Selanjutnya khamir Saccharomyces cerevisiae, yang akan memanfaatkan glukosa sebagai substrat respirasinya sehingga akhirnya membentuk gelembung-gelembung yang akan terperangkap pada adonan roti. Adanya gelembung ini menyebebkan roti bertekstur ringan dan mengembang. Sedangkan jika ditambah protease maka roti yang dihasilkan akan bertekstur lebih halus.
Teknologi Tepat Guna yang Digunakan dalam Produksi Roti
Skema produksi roti

Alat-Alat yang Digunakan Dalam Proses Produksi Roti
 
Mixer                                                               Oven
      

DODOL KULIT PISANG

.Kulit pisang
Kulit pisang merupakan salah satu satu bagian dari tanaman pisang yang selama ini keberadaannya terabaikan.  Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya yaitu kira-kira 1/3 dari buah pisang yang belum dikupas. Kulit pisang juga limbah industri pangan yang dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak.
Unsur Jumlah
Air                          68,90 %
Karbohidrat            18,50 %
Lemak                    2,11   %
Protein                    0,32   %
Kalsium                  71    mg/100 gr
Fosfor                     117  mg/100 gr
Besi                        166  mg/100 gr
Vitamin                  0,12 mg/100 gr          
Vitamin C              17,5 mg/100 gr
Berdasarkan tabel di atas maka komposisi kimia terbanyak kulit pisang, disamping air adalah karbohidrat, yaitu sebesar 18,50%. Karbohidrat ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan alkohol yang berguna sebagai bahan bakar, bahan industri kimia bahan kecantikan dan kedokteran. Manfaat lain kulit pisang yaitu sebagai bahan baku minuman beralkohol (anggur) dan makanan ternak, seperti kambing, sapi, kelinci dan lain-lain. Hal ini disebabkan nilai gizi kulit pisang cukup baik.
Walaupun kulit pisang merupakan hasil samping, namun kandungan gizinya tak kalah dari buahnya. Kulit pisang mengandung serat yang cukup tinggi, vitamin C, B, kalsium, protein, dan karbohidrat. Hasil penelitian tim Universitas Kedokteran Taichung Chung Shan, Taiwan, memperlihatkan bahwa ekstrak kulit pisang ternyata berpotensi mengurangi gejala depresi dan menjaga kesehatan retina mata. Selain kaya vitamin B6, kulit pisang juga ternyata banyak mengandung serotonin yang sangat vital untuk menyeimbangkan mood. Selain itu, ditemukan pula manfaat ekstrak pisang untuk menjaga retina dari kerusakan cahaya akibat regenerasi retina.

B. PRAKTEK
1. Dodol Pisang Kulit
Alat :   baskom
Wajan
Kompor
Parut
Blender
Pisau
Pengaduk
Spatula
Kalo
Sendok
Bahan : 2 kg kulit buah pisang
              ¼ kg buah pisang
              1 kg gula pasir
              ½ kg gula merah
              2000ml santan kelapa
              ½ kg tepung ketan
              ¼ kg tepung terigu
              ½ sdt vanili
              Essence (bila perlu)
              Natrium benzoat
Masa kadaluwarsa  ± 6 Minggu
Cara Pembuatan:
1. Pisang yang sudah matang dicuci bersih lalu dikupas kulitnya.
2. Kulit pisang yang sudah bersih lalu dikerok daging kulitnya
3. Kulit pisang direbus sampai empuk
4. Setelah direbus kulit pisang dipotong kotak-kotak (3-4 mm), kemudian digiling      bersama daging buah pisangtersebut agar lebih banyak dagingnya menggunakan penggiling atau blender jika dalam jumlah kecil untuk meng-haluskan kulit pisang  dan daging pisang agar menjadi bubur. Setelah itu ditambah air dengan perbandingan 1:1
     5. Bubur kulit dan daging pisang  yang telah diblender tersebut direbus di dalam   wajan  bersama  santan (dibiarkan sampai mendidih dan mengeluar kan minyaknya) kemudian  masukkan gula, garam, pewarna, pengawet sambil terus diaduk.
     6. tepung ketan dan tepung terigu dibuat adonan seperti bubur dengan sedikit air, kemudian dimasukkan ke wajan sedikit demi sedikit sambil  terus diaduk kurang lebih  selama 5 jam.
7. sebelum dikemas, dodol tersebut terlebih dahulu didinginkan selama semalam
D.HASIL
Dalam pembuatan dodol kulit pisang hasil yang lebih baik akan didapatkan apabila menggunakan kulit pisang jenis pisang kepok dan pisang nangka. 
TABEL PENGAMATAN
NO
KRITERIA
KRITERIA YANG DIINGINKAN
HASIL PENGAMATAN
1
WARNA
COKLAT
SESUAI
2
AROMA
AROMA PISANG
SESUAI
3
RASA
MANIS
SESUAI
4
TEKSTUR
PADAT DAN HALUS
TIDAK SESUAI



Cara Membuat Dodol Durian

Dodol durian merupakan oleh-oleh khas Palembang. Dodol durian juga biasa disebut lempok durian banyak digemari masyarakat kita apalagi bagi para pecinta durian. Rasa durian yang sangat khas dan dominan pada dodol durian ini bisa mengobati rasa kangen menikmati durian pada saat sedang tidak musim durian.


Berikut ini akan dijelaskan cara membuat dodol durian yang sangat mudah dan tidak membutuhkan banyak bahan karena memang hanya ingin menonjolkan rasa dari buah durian itu sendiri.



DODOL DURIAN

Bahan:
  • 1 kg daging durian tanpa biji
  • 500 gr gula pasir


Cara membuat dodol durian:
  1. Masak daging durian di dalam wajan, aduk terus sampai daging durian berwarna kuning kecoklatan
  2. Masukkan gula pasir, aduk terus sampai gula pasir mencair dan berwarna coklat kehitam-hitaman dan kering
  3. Setelah benar-benar kering dan semua tercampur rata, angkat wajan dari atas api dan biarkan sampai dodol dingin.
  4. Bungkus dodol durian dengan menggunakan plastik atau daun pisang dan simpan di tempat yang kering.
  5. Dodol durian akan awet sampai minimal 6 bulan bila cara menyimpanannya benar dan dikemas saat dodol durian benar-benar sudah dingin.

PEMBUATAN YOGHURT

Yoghurt merupakan minuman hasil pengolahahan susu yang telah diinokulasikandengan bakteri. Pada pembuatan yoghurt pada praktikum ini , digunakan bakteristarter yaitu campuran
 Lactobacillus bulgaricus
 dan
Streptococcus thermopilus
.Bakteri-bakteri ini yang akan memicu proses fermentasi dari susu, mengubahlaktosa pada susu menjadi asam laktat. Proses fermentasi berlangsung dalamkeadaan anaerob, dimana dalam proses ini tidak melibatkan serangkaian transferelektron yang dikatalisis oleh enzim yang terdapat dalam membran sel.Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, yoghurt yang dibuat dengan penambahan kedua bakteri starter dan didiamkan dalam waktu 24 jam makaterbentuk yoghurt dengan tekstur yang menggumpal, aroma yang khas, memiliki ph 6, dan memiliki rasa yang agak asam.Menurut Helferich dan Westhoff (1980), selama proses fermentasi terbentuk asamlaktat hasil metabolisme laktosa susu oleh starter bakteri menjadi glukosa ataugalaktosa-6- fosfat. Selanjutnya melalui rantai glikolisis glukosa diubah menjadiasam laktat melalui siklus Kreb. Efek lain dari proses fermentasi adalah pecahnya protein pada susu yang menyebabkan susu menjadi kental. Hasil akhirnya susuakan terasa asam dan kental, inilah bentuk yoghurt dasar yang telah jadi.Pada praktikum pembuatan yoghurt kali ini dilakukan penambahan larutan gula6% ke dalam susu yang telah ditambahkan bakteri starter. Gula dapatmemperbaiki flavor (rasa dan bau) sehingga lebih disenangi serta memperpanjangdaya simpan. Gula sebagai bahan pengawet dapat menurunkan Aw dari bahan pangan sehingga mirkoorganisme dapat terhambat pertumbuhannya.Uji organoleptik pada minggu pertama, kedua, dan ketiga menunjukkan bahwaterjadi perubahan Ph, rasa, dan tekstur pada yoghurt yang dibuat dengan bakteri
 
13
starter
 Lactobacillus bulgaricus
 dan
Streptococcus thermopilus
serta penambahangula.Pada minggu kedua terjadi penurunan pH dari 5 menjadi 6, sedangkan padaminggu ketiga pH tetap sama dengan minggu kedua. Menurut Gianti (2011),semakin lama penyimpanan berarti semakin memberi kesempatan bagi bakteriasam laktat untuk mengubah laktosa menjadi asam laktat, sehingga ion hidrogen bebas dalam susu fermentasi akan meningkat. Meningkatnya jumlah asam laktatini dapat menurunkan pH karena semakin banyaknya konsentrasi ion H+.Selain itu, terjadi pula penurunan rasa dan tekstur pada minggu kedua dan ketiga.Rasa asam yoghurt berubah menjadi agak hambar pada minggu kedua dan ketiga.Tekstur yogurt menjadi lebih cair pada minggu kedua dan ketiga. Perubahan dapatdisebabkan oleh aktivitas bakteri yang berhenti karena proses pembuatan yogurtyang kurang higienis atau kurang tepat.Aroma yogurt tidak berubah dari minggu pertama hingga minggu ketiga, aromatetap disukai oleh panelis. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan gula padayogurt memberikan hasil aroma yang enak dan disukai.

Mengapa Tak Ada Pendukung Sumbang Kampanye Anies-Sandi pada Desember

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, mengemukakan alasan tak ada pendukung yang menyumbangkan dana kampanye kepada tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Desember 201